Layakbaca Terbaru
Tampilkan posting dengan label puisi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label puisi. Tampilkan semua posting

Langit dan Awan

Senin, 04 Maret 2013 0 komentar

Langit dan Awan



Fajar menampakkan dirinya kembali, dan disini, di atas loteng rumah ku, ku
teriaki langit yang sepi tanpa awan
Hey, Langit kemana awan pagi ini ? awan yang ku tahu selalu bersama langit.
awan yang selalu menutupi mu agar tak terlihat telanjang, seperti baju yang
kupakai sekarang.
Langit yang begitu indah dengan lilitan awan yang putih, bersih . nyaris tak
bernoda.
Namun, Maafkan aku langit, karena aku mengejek mu pagi ini, aku sebenarnya
merasa sedih ketika melihat mu tanpa awan,
kau langit, terlihat hampa dan sepi tanpa awan, paling tidak itu yang aku
lihat darimu ketika awan tak bersama mu.
Tidak kah kau merasakan hal yang sama dengan ku langit ? Rasa yang kita
rasakan bersama ketika kita di tinggal oleh pasangan kita ? kau dengan awan
dan aku dengan dia.
Sekali lagi maafkan aku langit, aku tak bermaksud menertawakan mu, aku hanya
ingin tau, mengapa kau begitu setia bersama awan, awan yang bersifat ganda,
disatu sisi awan menjadi sangat indah bersama mu, dengan bentuk yang kadang
membuat ku takjub, dan disisi lain awan bisa menjadi buruk rupa, dengan
petir ia menjelma menjadi gelap.
Kau tahu langit, aku tak suka awan ketika menjadi gelap, lalu menurunkan hujan.
Langit, aku ingin kau mengajari ku bagaimana kau bisa mencintai awan dengan
tulus, walau awan dengan mudahnya tertiup angin lalu perlahan meninggalkan mu.
Langit, sekali lagi aku bertanya, apakah benar kata orang bahwa mencintai
tak selalu memiliki ?
Langit, disini, aku menunggu jawaban darimu.


Biodata penulis
Nama : Muhammad Asriadi Ttl : Pinrang,01-01-1993
Link : https://twitter.com/WajahKehidupan


Puisi : Jeritan Ku!

0 komentar
Puisi : Jeritan Ku!


Ini tentang malam yang berbisik ke celah-celah pendengaranku;
Berbisik tentang kesunyian;
Kegelapan menuju kematian !.
Hanya ada jeritan rembulan, memberontak ! ;
Redupnya bintang, menolak sepi.
Aaaaaaaaa. . .
Aku hanya seorang pecundang, yang menari nari di semilir angin malam.
Dingin menggigil;
Tulangku habis terkikis, rapuh;
Kulitku menua keriput;
Gigiku, kukuku, rambutku tertelan jahanamnya malam.
Rumput-rumput disana menertawakanku;
Meneriaki ku;
Kau bodoh, kau konyol, kau gila !.
Aku mati;
Benar-benar tak hidup lagi.

Biodata penulis
Nama : Gan-gan Saepul Gandi
Ttl : Garut, 26 Desember 1994
Link : http://facebook.com/dilangityangbiru
http://twitter.com/GanGandi (@GanGandi)
gangangan.mywapblog.com


sumber gambar (google)


Puisi : Malaikat Kecilku

Minggu, 20 Januari 2013 0 komentar

"Malaikat kecilku"

Hai kau malaikat kecilku
Tertidur pulas damai jiwamu
Begitu tenang polos terlihat
Disitulah Bunda temukan penawar duka

Lebarnya senyummu renyahnya tawamu
Membuat dunia seakan berlagu
Mendendangkan melodi suka cita
Bersama dirimu segalanya indah

------------------------------------------


Pengirim Puisi "Malaikat kecilku"

Nama : Milanti Zulqaidah Daulat
Twitter: @mylanz
FB: Milanti Zulqaidah Daulat
Blog: http://www.milanti.wordpress.com 



Surat untukmu

Minggu, 06 Januari 2013 0 komentar




“SURAT UNTUKMU”
SAMPAIKAN…..SAMPAIKANLAH RINDU INI..
SAMPAIKAN KEHAUSAN KU AKAN KASIH DAN SAYANGNYA
MELALUI SEMILIR ANGIN YANG BERHEMBUS DI MALAM INDAH INI
LEWAT BULAN YANG BERSINAR TERANG MALAM INI
DAN LEWAT BINTANG-BINTANG YANG TERSENYUM MALAM INI
AKU TERBELENGGU TANPA CINTAMU
AKU MATI,TANPA KASIH & SAYANGMU..
ADAKAH MALAM INI,,
MERASA APA YANG KU RASA
ADAKAH SEPI INI,,
MEMBAWA PERTANDA
BAHWA KAU..
PEMILIK YANG DI DAMBA..
PENGUASA YANG DI RINDU..
OLEH SEGENAP MANUSIA
ENGKAULAH YANG GAGAH PERKASA
WAHAI TUHAN KU ALLAH..


Pengirim Puisi

NAMA : DINA USWATUN HASANAH
Url Facebook : Thesevbhe DinaUswatunalways Withbhe
Url Twitter : @DinaUswatun3